Keharmonisan di Perusahaan Astra Otoparts

logo

PT Astra Otoparts, Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang komponen otomotif yang terkemuka di Indonesia, dimana memproduksi dan mendistribusikan suku cadang kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Maka dari itu pada kali ini akan dibahas mengenai etika bisnis yang diterapkan pada PT Astra Otoparts, Tbk.

Dimulai dengan pengertian Etika Bisnis,

Dari sudut pandang ekonomi, Bisni merupakan kegiatan ekonomis, dimana terjadi tukar menukar, jual beli, memproduksi memasarkan, bekerja memperkerjakan, dan interaksi manusia lainnya yang bertujuan untuk mendapatkan keutungan. Sedangkan etika itu sendiri adalah apa yang dilakukan sejauh sesuai atau tidak sesuai dengan nilai dan norma moral. Untuk itu etika bisnis dapat dijalankan dengan tiga taraf yaitu makro, meso dan mikro.

Pada taraf makro, etika bisnis mempelajari aspek-aspek moral dari sistem ekonomi. Sedangkan pada taraf meso (menengah), etika bisnis menyelidiki masalah etis yang ada didalam organisasi. Dan pada taraf mikro, etika bisnis lebih difokuskan pada individu dalam hubungannya dengan ekonomi dan bisnis.

Menurut pendapat saya etika bisnis dapat diartikan sebagai suatu nilai – nilai yang baik yang diterapkan dalam lingkungan berbisnis. Jadi nilai – nilai baik itu bisa berupa akhlak, moral, perilaku dan tindakan seseorang ketika berhadapan dengan orang lain ataupun juga sikap yang ditunjukan seseorang dalam melakukan kegiatan bisnisnya, dimana bisnis yang dijalankannya itu memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Maka dari itu etika sesorang dalam berbisnis menunjukkan seberapa sukses dia mampu mencapai target dari bisnis yang dibuatnya.

Etika akan mempengaruhi bagaimana sebuah bisnis itu bisa berjalan dengan baik dan berkembang dengan sangat pesat, karena dengan adanya etika baik yang tumbuh dalam lingkungan usaha atau bisnis, maka akan membuat bisnis tersebut memiliki nilai tambah tersendiri yaitu dengan terciptanya lingkungan kondusif bagi pemilik bisnis itu maupun para pekerja didalamnya dikarenakan sudah tertanamnya nilai – nilai yang baik tadi.

Oleh karena itu menurut pengetahuan saya etika dalam berbisnis itu sangatlah diperlukan karena akan menentukan arah perkembangan bisnis itu sendiri, dengan adanya struktur organisasi yang didirikan dengan mengedepankan setiap etika baik tersebut, maka koordinasi yang tercipta antara semua devisi dalam bisnis itu bisa berjalan dengan lancar. Walapun masih banyak faktor pendukung lainnya diluar etika bisnis tersebut yang menjadi bagian penentu dalam kesuksesan sebuah bisnis. Tapi yang jelas etika bisnis bisa mencangkup segala aspek yang berkaitan dengan hubungan antara individu, perusahaan dan lingkungan eksternal perusahaan tersebut.

Terdapat pula 3 kewajiban seorang karyawan terhadap perusahaan, diantaranya kewajiban ketaatan, konfidensialitas, dan loyalitas. Dari tiga kewajiban tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. Kewajiban Ketaatan, bagi orang yang mempunyai ikatan kerja dengan perusahaan, salah satu implikasi dari statusnya sebagai karyawan ialah dia harus mematuhi perintah dan petunjuk dari atasannya. Namun tidak berarti harus mematuhi perintah untuk melakukan tindakan yang tidak bermoral. Dalam beberapa kasus terbukti karyawan melakukan tindakan penipuan dikarenkan perintah dari atasannya, dalam kejadian ini hal seperti ini dilarang untuk ditaati karena merupakan tindakan yang dapat melanggar hukum.
  2. Kewajiban Konfidensialitas, yaitu kewajiban untuk menyimpan informasi yang konfidensial yang bersifat rahasia yang didapat karena menjalankan suatu profesi. Cotoh didalam perusahaan ialah karena dia menjawabt sebagai akuntan maka dia mengetahui keadaan finansial perusahaan tempat ia bekerja maka dari itu dia tidak boleh membocorkan rahasia perusahaannya tersebut. Dalam menjaga informasi rahasia perusahaan terdapat etika yang harus dijaga, dimana bila diketahui menyebarluaskan informasi perusahaan maka itu sama saja dianggap sebagai pencuri yang dapat di kenakan hukuman di pengadilan nantinya bila terbukti bersalah.
  3. Kewajiban Loyalitas, kewajiban loyalitas dimulai ketika seorang sudah berstatus sebagai karyawan di suatu perusahaan, karena sebagai karywan dia melibatkan dirinya untuk melaksanakan tujuan – tujuan perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan tersebut. Dengan kata lain sebagai karyawan juga harus bisa menghindarkan diri dari hal – hal yang dapat merugikan dirinya dan perusahaan tempat dia bekerja karena dapat merugikan citra perusahaan bila terdapat tindakan yang bertentangan dengan tujuan perusahaan.

Contoh implementasi etika bisnis dalam sebuah perusahaan

Saya mengambil contoh penerapan Etika Bisnis pada perusahaan Astra Otoparts, adapun Etika bisnis yang telah diterapkan pada Astra Otopart diantaranya :

  1. Transparansi, perusahaan menerapakan prinsip keterbukaan dimana selalu menerbitkan laporan tahunan secara berkala, serta laporan lainnya yang diperlukan untuk memberikan informasi bagi yang pihak yang mebutuhkan.
  2. Pertanggung jawaban, Prinsip akuntabilitas ini diterapkan untuk membuat pembagian yang jelas mengenai wewenang, termasuk untuk merincikan tugas dan rapat pemegang saham, dewan komisaris dan direksi.
  3. Tanggungjawab, perusahaan memiliki tanggungjawab untuk mematuhi undang – undang tentang perpajakan.
  4. Kemandirian, Astra Otopart menerapkan prinsip kemerdekaan dengan menghormati setiap hak, kewajiban dan tugas para pengelola perusahaan dan berusaha untuk meminimalisir konflik.
  5. Keadilan, perusahaan menerapkan prinsip keadilan dimana para pemegang saham diberikan hak untuk menghadiri dan memberikan suara pada rapat umum pemegang saham sesuai dengan ketentuan undang-undang, dan perusahaan memberlakukan mitra bisnis sesuai dengan hak masing-masing. Serta perusahaan memberikan lingkungan kerja yang aman bagi karyawan serta memberikan hak karyawan sesuai dengan kinerjanya.

Dalam uraian diatas maka perusahaan Astra Otoparts mengimplementasikannya dalam bentuk sistem manajemen CSR dengan menerapkan sistem yang disebut Astra Friendly Company (AFC). AFC diterapkan untuk membangun hubungan sosial antara perusahaan dengan pemangku kepentingan seperti investor dan juga seluruh karyawan dan masyarakat luas serta konsumen perusahaan Astra Otoparts. Hubungan seimbangan dan harmonis harus terus dikembangkan dan dipertahankan untuk membangun kerjasama yang sehat antara stakeholdersnya. Melalui standar yang telah diterapkan tersebut maka semua aspek bisa terintegrasi dalam perusahaan sehingga keputusan bisnis yang diambil dapat berjalan dengan sistematis dan terprogram dengan baik.


Sumber Referensi :

http://www.component.astra.co.id/

https://books.google.co.id/ Pengantar Etika Bisnis Oleh Prof. Dr. Kees Bertens, MSC