Etika Bisnis #

ETIKA BISNIS

Menurut pendapat saya etika bisnis dapat diartikan sebagai suatu nilai – nilai yang baik yang diterapkan dalam lingkungan berbisnis. Jadi nilai – nilai baik itu bisa berupa akhlak, moral, perilaku dan tindakan seseorang ketika berhadapan dengan orang lain ataupun juga sikap yang ditunjukan seseorang dalam melakukan kegiatan bisnisnya, dimana bisnis yang dijalankannya itu memiliki tujuan untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Maka dari itu etika sesorang dalam berbisnis menunjukkan seberapa sukses dia mampu mencapai target dari bisnis yang dibuatnya.

Etika akan mempengaruhi bagaimana sebuah bisnis itu bisa berjalan dengan baik dan berkembang dengan sangat pesat, karena dengan adanya etika baik yang tumbuh dalam lingkungan usaha atau bisnis, maka akan membuat bisnis tersebut memiliki nilai tambah tersendiri yaitu dengan terciptanya lingkungan kondusif bagi pemilik bisnis itu maupun para pekerja didalamnya dikarenakan sudah tertanamnya nilai – nilai yang baik tadi.

Oleh karena itu menurut pengetahuan saya etika dalam berbisnis itu sangatlah diperlukan karena akan menentukan arah perkembangan bisnis itu sendiri, dengan adanya struktur organisasi yang didirikan dengan mengedepankan setiap etika baik tersebut, maka koordinasi yang tercipta antara semua devisi dalam bisnis itu bisa berjalan dengan lancar. Walapun masih banyak faktor pendukung lainnya diluar etika bisnis tersebut yang menjadi bagian penentu dalam kesuksesan sebuah bisnis. Tapi yang jelas etika bisnis bisa mencangkup segala aspek yang berkaitan dengan hubungan antara individu, perusahaan dan lingkungan eksternal perusahaan tersebut.

Contoh implementasi etika bisnis dalam sebuah perusahaan

Saya mengambil contoh penerapan Etika Bisnis pada perusahaan Astra Otoparts, adapun Etika bisnis yang telah diterapkan pada Astra Otopart diantaranya :

  1. Transparansi, perusahaan menerapakan prinsip keterbukaan dimana selalu menerbitkan laporan tahunan secara berkala, serta laporan lainnya yang diperlukan untuk memberikan informasi bagi yang pihak yang mebutuhkan.
  2. Pertanggung jawaban, Prinsip akuntabilitas ini diterapkan untuk membuat pembagian yang jelas mengenai wewenang, termasuk untuk merincikan tugas dan rapat pemegang saham, dewan komisaris dan direksi.
  3. Tanggungjawab, perusahaan memiliki tanggungjawab untuk mematuhi undang – undang tentang perpajakan.
  4. Kemandirian, Astra Otopart menerapkan prinsip kemerdekaan dengan menghormati setiap hak, kewajiban dan tugas para pengelola perusahaan dan berusaha untuk meminimalisir konflik.
  5. Keadilan, perusahaan menerapkan prinsip keadilan dimana para pemegang saham diberikan hak untuk menghadiri dan memberikan suara pada rapat umum pemegang saham sesuai dengan ketentuan undang-undang, dan perusahaan memberlakukan mitra bisnis sesuai dengan hak masing-masing. Serta perusahaan memberikan lingkungan kerja yang aman bagi karyawan serta memberikan hak karyawan sesuai dengan kinerjanya.

 

Sumber Referensi :

http://www.component.astra.co.id/

https://books.google.co.id/ Pengantar Etika Bisnis Oleh Prof. Dr. Kees Bertens, MSC

Advertisements