Bahasa Indonesia (SoftSkill)

Fakta Penalaran Ilmiah

Pengertian Fakta

Fakta dalam bahasa Latin factus ialah segala sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang terbukti dan telah menjadi suatu kenyataan. Catatan atas pengumpulan fakta disebut data. Fakta seringkali diyakini oleh orang banyak (umum) sebagai hal yang sebenarnya, baik karena mereka telah mengalami kenyataan-kenyataan dari dekat maupun karena mereka dianggap telah melaporkan pengalaman orang lain yang sesungguhnya.

Selain itu fakta adalah pengamatan yang telah diverifikasi secara empiris. Fakta dalam prosesnya kadangkala dapat menjadi sebuah ilmu namun juga sebaliknya. Fakta tidak akan dapat menjadi sebuah ilmu manakala dihasilkan secara random saja. Namun bila dikumpulkan secara sistematis dengan beberama system serta dilakukan secara sekuensial, maka fakta tersebut mampu melahirkan sebuah ilmu. Sebagai kunci bahwa fakta tidak akan memiliki arti apa-apa tanpa sebuah teori.

Semua pengetahuan ilmiah harus berdasarkan pengamatan. Inilah basis metode ilmiah, namun ada beberapa keraguan dalam seberapa dekat hubungan dibutuhkan antara pengamatan dan teori. Metode tidak dapat semata proses menggeneralisasi pengetahuan dari pengamatan, karena sebagian pengetahuan merupakan syarat awal membuat pengamatan ilmiah.

Dalam istilah keilmuan fakta adalah suatu hasil pengamatan yang objektif dan dapat dilakukan verifikasi oleh siapapun. Di luar lingkup keilmuan fakta sering pula dihubungkan dengan :

  1. Suatu hasil pengamatan jujur yang diakui oleh pengamat yang diakui secara luas
  2. Suatu kebiasaan yang diamati secara berulang atau satu pengamatan terhadap fenomena apapun tidak menjadikan itu sebagai suatu fakta. Hasil pengamatan yang berulang biasanya dibutuhkan dengan menggunakan prosedur atau definisi cara kerja suatu fenomena.
  3. Sesuatu yang dianggap aktual sebagai lawan dari dibuat
  4. Sesuatu yang nyata, yang digunakan sebagai bahan interpretasi lanjutan
  5. Informasi mengenai subjek tertentu
  6. Sesuatu yang dipercaya sebagai penyebab atau makna

Fakta Penalaran Ilmiah

Fakta ilmiah sering dipahami sebagai suatu entitas yang ada dalam suatu struktur sosial kepercayaan, akreditasi, institusi, dan praktik individual yang kompleks.

Dalam filsafat ilmu, sering dipertanyakan salah satunya oleh Thomas Kuhn bahwa fakta ilmiah sedikit banyak selalu dipengaruhi oleh teori (theory-laden), contohnya adalah untuk mengetahui apa yang harus diukur dan bagaimana cara pengukurannya memerlukan beberapa asumsi mengenai fakta itu sendiri.

Fakta adalah apa yang dijelaskan teori. Dan teori dapat menjelaskan fakta. Semua pengetahuan ilmiah harus berdasarkan pengamatan. Harus memiliki landasan empiris. Inilah awal yang jelas untuk menjelaskan metode, namun itu tidak bermakna jauh, karena konsep berdasarkan itu sendiri tidak jelas. Dan memungkinkan berbagai penafsiran dalam hal seberapa ketat seseorang menentukan hubungan antara pengamatan dan kesimpulan teoritis.

Ada dua jenis peran pengamatan dalam sains. Ada yang namanya induksi dan deduksi. Induksi diawali dengan pengamatan dan menghasilkan teori. Deduksi diawali dengan teori (hipotesis) lalu menghasilkan pengamatan (peramalan). Induksi membutuhkan aliran informasi satu arah, dari alam ke kita, dari luar ke dalam. Deduksi sebaliknya, dari kita ke alam, dari dalam ke luar.

Metode ilmiah adalah suatu pekerjaan keilmuan yang sistematis dan berdasarkan fakta (obyektif) untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi. Metode ilmiah meliputi eksperimen, pengamatan dan perumusan hipotesis. Hipotesis yang didapat melalui metode ilmiah dan telah terbukti kebenarannya dapat menjadi suatu teori ilmiah. Metode ilmiah menggunakan cara penalaran induktif dan deduktif. Metode ilmiah juga dapat diartikan sebagai prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu, dimana ilmu merupakan pengetahuan yang diperoleh lewat metode ilmiah.

Metode ilmiah boleh dikatakan suatu pengejaran terhadap kebenaran yang diatur oleh pertimbangan-pertimbangan logis. Karena ideal dari ilmu adalah untuk memperoleh interelasi yang sistematis dari fakta-fakta, maka metode ilmiah berkehendak untuk mencari jawaban tentang fakta-fakta dengan menggunakan pendekatan sistematis. Metode ilmiah diperlukan untuk mendapatkan suatu teori ilmiah yang rasional dan telah diuji secara benar. Dengan teori ilmiah tersebut, masalah dapat dijelaskan atau dipecahkan dengan tepat. Selain itu, kesimpulan yang didapat dari penelitian ilmiah dapat menambah wawasan ilmu secara keseluruhan.


Daftar Pustaka :

http://ansidkiller.blogspot.com/2013/02/hubungan-teori-dan-fakta-dalam-metode.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Fakta

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s