Pendidikan Kewarganegaraan (Softskill)

Pentingnya Penerapan Pendidikan Kewarganegaraan di Era Globalisasi

Melihat situasi pendidikan di Indonesia saat ini yang sedang ternodai akibat kasus pelecehan seksual terhadap anak TK di JIS (Jakarta International School) yang terjadi dilingkungan sekolah itu sendiri. Kejadian ini menjadi bukti bahwa kurangnya pengawasan pihak sekolah terhadap para guru dan pekerja yang ada di sekolah tersebut. Kejadian ini harusnya menjadi pembelajaran begi semua sekolah untuk melihat dan meneliti lebih lanjut calon guru dan pegawai yang akan bekerja di suatu sekolah maupun di lingkungan pendidikan.

Pendidikan kewarganegaraan yang sudah menjadi mata pelajaran wajib disetiap sekolah mulai dari tingkat SD sampai Perguruaan tinggi menjadi salah satu acuan bahwa setiap individu atau manusia memiliki batasan dalam bertindak. Mata pelajaran Kewarganegaraan tidak hanya mengajarkan tentang teori bagaimana bertindak terhadap sesama manusia tetapi setiap teori yang telah dipelajari tersebut haruslah diterapkan di kehidupan sehari – hari.

Tidak menjadi alasan sekolah itu berstatus international maupun sekolah nasional, apapun status sekolah itu harus wajib mengajarkan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Itu semua menjadi tolak ukur bagi sekolah untuk mengajarkan setiap aspek kebudayaan yang di anut oleh bangsa Indonesia dan tidak keluar dari tata norma peraturan yang telah diatur. Karena aspek yang terkandung di mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan ada tiga yaitu memberikan pengetahuan Kewarganegaraan (civic knowledge), sikap kewarganegaraan (civic dispositions) dan keterampilan kewarganegaraan (civic skill). Selain itu lulusan yang diharapkan tidak hanya mampu menguasai teori yang diajarkan melainkan mampu menerapkan ilmu tersebut di kehidupan mendatang serta mampu berkompetisi di era globalisasi sekarang.

Di era globalisasi sekarang semua aspek pendidikan kewarganegaraan itu penting untuk diterapkan secara cerdas dan baik untuk memberdayakan diri sendiri serta mampu menafsirkan, menilai dan menggunakan informasi untuk melahirkan suatu gagasan kreatif yang menentukan sikap seseorang dalam mengambil keputusan dan bertindak di lingkungan sekitarnya.

Pendidikan kewarganegaraan merupakan mata pelajaran yang menfokuskan pada pembentukan diri yang beragam mulai dari segi agama, sosila, budaya yang cerdas, terampil dan berkarakter yang tercantum pada Pancasila dan UUD 1945. Selain itu pendidikan kewarganegaraan bisa diartikan sebagai wahana untuk mengembangka dan melestarikan nilai leluhur dan moral yang berakar apa budaya bangsa Indonesia.

Tujuan Pendidikan Kewarganegaraan :

  1. Berpikir secara kritis, rasional dan kreatif dalam menghadapi era globalisasi
  2. Ikut berpartisipasi serta bertanggungjawab dalam bertindak di setiap kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan umum
  3. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri sesuai dengan karakter bangsa Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945

Berdasarkan tujuan diatas sudah jelas bahwa mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan memiliki visi dan misi yang akan membangun karakter setiap individunya untuk terus berkembang kearah positif dan tidak keluar dari kaidah yang ada di pendidikan kewarganegaraan tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s