Pendidikan Kewarganegaraan (Softskill)

Implementasi Wawasan Nusantara dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

NusantaraWawasan nusantara merupakan sikap dan cara pandang warga negara terhadap bangsanya yang diterapkan dalam lingkungan sosial, ekonomi, politik serta budaya bangsa itu sendiri agar terwujud negara yang memiliki integritas yang kuat dalam penyelengaraan ketatanegaraannya

Secara umum, Tujuan Wawasan Nusantara adalah mewujudkan nasionalisme yang tinggi di segala bidang dari rakyat Indonesia, yang telah lebih mengutamakan kepentingan nasional dari pada kepentingan orang perorangan, kelompok, golongan, suku bangsadan daerah. Sebagai negara kepulauan dengan masyarakatnya yang bhineka tunggal ika, negara Indonesia memiliki unsur – unsur kekuatan sekaligus kelemahan. Kekuatannya terletak pada posisi dan keadaan geografi yang strategis dan kaya akan sumber daya alam (SDA). Sementara kelemahannya terletak pada wujud kepulauan dan keanekaragaman masyarakat yang harus disatukan dalam satu bangsa, satu negara dan satu tanah air.

Kasus korupsi yang marak terjadi di Indonesia saat ini menunjukkan kelemahan bangsa Indonesia dalam bidang hukum dan peradilan, para pelaku koruptor sekarang justru ada yang berasal dari kalangan muda, contohnya Nazaruddin yang umurnya masih relatif muda yaitu 32 tahun, dan pelaku korupsi lain yang ditangkap KPK merupakan seorang pegawai pajak yang baru berumur 29 tahun. Para pemuda yang seharusnya menjadi tonggak akan kemajuan bangsa Indonesia justru malah terlibat kasus yang membuat bangsa ini semakin terpuruk.

Selain itu dulu kasus korupsi yang terjadi hanya sebatas penyogokan biasa tetapi sekarang kasus korupsi terjadi pada orang – orang yang memiliki pendidikan tinggi dan karir yang baik, mereka yang seharusnya menjadi penyambung suara bagi seluruh rakyat Indonesia malah memakan uang rakyat Indonesia. Sekarang korupsi sudah tidak memandang sebuah latar belakang pelakunya lagi sekecil apa pun korupsi tetap harus dicegah dengan penegakan hukum seadil adilnya. Walaupun seorang koruptor itu pejabat tinggi negara, maka hukumlah dengan hukuman yang berat dan jangan biarkan hukum justru meringankan perbuatannya.

Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia semakin hari semakin berat, maka penerapan dan pemahaman konsep wawasan nusantara sebagai landasan visional mutlak perlu ditanamkan kembali dalan tatanan kehidupan masyarakat Indonesia. Sepatutnya ini semua jadi tanggungjawab bersama seluruh aparatur negara Indonesia untuk memberantas segala bentuk kejahatan yang akan membuat bangsa Indonesia kehilangan pemahaman tentang wawasan nusantara .

Partisipasi seluruh warga negara Indonesia dalam pemilu yang akan berlangsung di tahun 2014 ini menjadi langkah yang tepat untuk menunjukkan rasa nasionalisme dengan memilih pemimpin Indonesia yang lebih baik, agar kedepannya kasus korupsi di Indonesia bisa di berantas dan Indonesia bisa menjadi bangsa yang maju dari segala bidang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Memilih pemimpin yang baik tidak hanya dilihat dari individu saja, tetapi dari segala hal yang terkait dengan pemimpin tersebut dan seorang yang mengerti akan setiap permasalahan bangsa serta mencari solusi agar terlepas dari permasalahan yang membuat citra negara Indonesia rusak di dunia Internasional, banyak pemimpin yang saat kampanye menyuarakan visi dan misi mereka kepada rakyat tetapi setelah terpilih menjadi pemimpin, mereka tidak melaksanakan janji – janji mereka. Itu bukanlah cotoh pemimpin yang baik, sebagai rakyat yang memiliki hak untuk menentukan kemajuan bangsa ini seharusnya cermat melihat mana pemimpin yang patut mengemban tugas sebagai pemimpin bangsa dan yang terpenting harus menjaga keutuhan NKRI. Sebagaimana di ketahui Indonesia merupakan negara kepulauan, dengan bermacam macam adat istiadat, budaya, agama bahkan bahasa. Disamping itu kekayaan alam yang berlimpah menjadikan Indonesia sebagai negara yang cukup dipandang dimata dunia. Dengan demikian partisipasi warga negara sangat dituntut untuk turut berperan aktif untuk menjaga, membela dan berjuang demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pelaksanaan kehidupan politik, sosial, dan ekonomi sudah diatur dalam undang – undang seperti UU Partai politik, UU Pemilihan Umum dan UU pemilihan Presiden. Semua yang telah di atur itu haruslah selaras dengan praktek yang sesungguhnya dimana harus menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Pelaksanaan kehidupan berabangsa dan bernegara di Indonesia harus sesuai juga dengan hukum yang berlaku yang mana setiap warga negara tanpa pengecualian memiliki hak yang sama di depan hukum.

Keberhasilan suatu Implementasi Wawasan nusantara diperlukan kesadaran setiap aparatur negara Indonesia yang harus memahami dan mengerti tentang hak dan kewajiban warga negara serta hubungannya dengan negara sehingga sadar akan kedudukannya sebagai warga negara Indonesia. Selain itu penting untuk menyelenggarakan kehidupan sesuai dengan konsepsi wawasan nusantara dan cara pandang yang lebih luas mengenai wawasan nusantara.


Daftar Pustaka :

Srijanti, A.Rahman, 2008 , Etika berwarga negara edisi 2, Salemba 4, Jakarta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s